Langsung ke konten utama

Menulis Artikel Islami Sederhana

Materi kita kali ini membahas tentang cara menulis artikel islami sederhana, sebuah sarana dakwah yang tak lekang oleh zaman. Menulis bukan hanya tentang siapa yang membaca hari ini, tetapi juga tentang meninggalkan jejak ajakan kebaikan untuk masa depan. Semoga menjadi amal jariyah!

Menulis Artikel Islami Sederhana

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah yang mengaruniakan kemampuan berkarya dan berkreasi, yang dengan nikmat-Nya kita dapat berpikir, menulis, dan menyampaikan ilmu. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan bagi seluruh umat, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk menyampaikan dakwah. Dengan tulisan, nasihat bisa dibaca berulang kali, dibawa ke mana saja, bahkan sampai ke orang-orang yang tidak pernah kita temui. Di zaman sekarang, artikel islami di media sosial, majalah, atau website sangat dibutuhkan untuk memberi pencerahan kepada umat.

Sebagai santri, kita tidak hanya belajar membaca dan memahami kitab, tetapi juga perlu belajar bagaimana menyampaikan ilmu dan nasihat dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Salah satunya melalui artikel islami sederhana.

Artikel islami berbeda dengan tulisan biasa, karena tujuannya bukan sekadar menghibur, tetapi juga mengajak kepada kebaikan, menyampaikan nilai-nilai Islam, dan mengingatkan pembaca agar lebih dekat kepada Allah.

Oleh karena itu, pada pertemuan ini kita akan belajar cara menulis artikel islami sederhana dengan fokus pada satu tema. Kita akan belajar: Bagaimana memilih tema yang tepat. Bagaimana mencari dalil yang sesuai. Bagaimana menyusun artikel agar enak dibaca.

Harapannya, setelah mempelajari materi ini, santri bisa membuat tulisan islami singkat yang bisa dipublikasikan di website pesantren, sehingga menjadi bagian dari dakwah bil qalam, dakwah melalui tulisan.

Bab 1 – Menentukan Tema Artikel Islami

1.1. Mengapa Tema Itu Penting?

Dalam menulis artikel islami, langkah pertama dan paling penting adalah menentukan tema. Tema adalah inti pembahasan yang akan kita tulis. Kalau tema sudah jelas, tulisan akan terarah, mudah dipahami, dan tidak melebar ke mana-mana.

Ibarat orang bepergian, tema adalah tujuan. Kalau kita tidak tahu tujuannya, kita akan berjalan berputar-putar tanpa arah. Begitu juga menulis: tanpa tema, tulisan akan membingungkan, bahkan mungkin pembaca tidak paham pesan yang ingin kita sampaikan.

1.2. Karakter Tema yang Baik

Tidak semua ide cocok dijadikan artikel islami sederhana. Tema yang baik memiliki beberapa ciri:

1. Fokus – membahas satu hal saja, tidak terlalu banyak cabang.

Contoh: Keutamaan membaca Al-Qur’an (fokus), bukan Semua ibadah utama dalam Islam (terlalu luas).

2. Dekat dengan kehidupan pembaca – pilih tema yang dialami sehari-hari.

Contoh: Adab makan dan minum lebih dekat dengan santri daripada Fiqih zakat perusahaan.

3. Bermanfaat dan memberi solusi – tema sebaiknya mengajak kepada kebaikan atau mengingatkan dari keburukan.

Contoh: Menjaga lisan dari ghibah (memberi solusi untuk masalah sehari-hari).

4. Ada dalil pendukungnya – tema harus bisa dikuatkan dengan ayat Al-Qur’an, hadis, atau perkataan ulama.

1.3. Cara Menemukan Tema

Banyak santri bingung saat diminta menulis: “Saya mau nulis apa?” Sebenarnya, tema ada di sekitar kita. Berikut beberapa cara menemukan tema:

1. Dari pengalaman pribadi

Misalnya merasa malas bangun subuh, bisa jadi artikel Tips agar semangat salat Subuh berjamaah.

2. Dari masalah umum di pesantren atau masyarakat

Misalnya banyak santri kurang menjaga kebersihan, bisa jadi artikel Kebersihan sebagian dari iman.

3. Dari ayat atau hadis yang menginspirasi

Membaca hadis tentang sedekah, lalu muncul ide menulis Kekuatan sedekah dalam kehidupan sehari-hari.

4. Dari nasihat guru atau kajian

Misalnya ustaz menjelaskan tentang adab kepada guru, santri bisa mengembangkan menjadi artikel bertema Hormati guru, berkah ilmu akan hadir.

1.4. Latihan Menentukan Tema

Untuk melatih keterampilan ini, santri bisa mencoba:

Tugas 1:

Amati kehidupan sehari-hari di pesantren.

Pilih satu masalah atau kebaikan yang sering terlihat.

Jadikan itu sebagai tema artikel islami.

Contoh:

Banyak santri suka ngobrol di mushala → Tema: Adab berbicara di rumah Allah.

Banyak santri semangat belajar → Tema: Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga.

Tugas 2:

Buka kitab hadis atau Al-Qur’an.

Pilih satu ayat/hadis pendek.

Tentukan tema yang bisa ditulis darinya.

Contoh:

Hadis: “Kebersihan sebagian dari iman” → Tema: Menjaga kebersihan kamar santri.

1.5. Kesalahan Umum dalam Menentukan Tema

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

1. Tema terlalu luas. Misalnya menulis Akhlak dalam Islam. Ini terlalu lebar, lebih baik dipersempit jadi Kejujuran sebagai akhlak utama.

2. Tema melompat-lompat. Dalam satu artikel, membicarakan salat, puasa, zakat, dan haji sekaligus.

3. Tema tidak ada dalil. Artikel islami harus punya dasar dari Qur’an, hadis, atau perkataan ulama.

4. Tema tidak relevan dengan pembaca. Misalnya santri diminta menulis tentang Ekonomi syariah global. Itu terlalu jauh dari keseharian mereka.

Menentukan tema adalah langkah pertama yang sangat penting dalam menulis artikel islami. Tema harus fokus, dekat dengan kehidupan, bermanfaat, dan bisa didukung dalil. Dengan tema yang jelas, tulisan santri akan lebih terarah, mudah dipahami, dan mengena di hati pembaca.

Bab 2 – Menyusun Kerangka Artikel Islami

2.1. Mengapa Perlu Kerangka?

Banyak penulis pemula langsung menulis tanpa perencanaan. Akibatnya, tulisan jadi berputar-putar, tidak terarah, dan pesannya sulit dipahami. Untuk menghindari hal itu, kita perlu membuat kerangka artikel.

Kerangka artikel ibarat peta perjalanan. Dengan peta, kita tahu harus berangkat dari mana, lewat jalur mana, dan akan sampai ke tujuan mana. Begitu juga dengan menulis: kerangka membantu penulis agar tulisannya runtut, jelas, dan enak dibaca.

2.2. Struktur Dasar Artikel Islami

Artikel islami sederhana bisa disusun dengan 3 bagian utama:

1. Pembukaan

Mengantarkan pembaca pada tema

Bisa berupa pertanyaan, pernyataan, atau fenomena sehari-hari

Contoh: “Mengapa kita sering lupa bahwa kebersihan adalah bagian dari iman?”

2. Isi

Menjelaskan pokok pembahasan

Sertakan dalil (ayat atau hadis) atau kisah teladan

Gunakan bahasa sederhana, jangan terlalu panjang

Contoh: Menjelaskan hadis tentang kebersihan, lalu kaitkan dengan kebiasaan di pesantren

3. Penutup

Merangkum kembali pesan utama

Memberikan ajakan praktis atau motivasi

Bisa ditutup dengan doa

Contoh: “Mari kita biasakan menjaga kebersihan kamar dan lingkungan, semoga Allah mencatatnya sebagai amal kebaikan.”

2.3. Teknik Menyusun Kerangka

Untuk memudahkan, santri bisa memakai pola sederhana berikut:

Pembukaan → Apa masalah atau tema yang diangkat?

Isi → Mengapa hal itu penting? Apa dalil atau kisah pendukungnya?

Penutup → Apa ajakan atau kesimpulan yang ingin disampaikan?

Rumus singkat: Apa – Mengapa – Bagaimana

2.4. Contoh Kerangka Artikel

Tema: Kebersihan Sebagian dari Iman

1. Pembukaan

Banyak orang kurang menjaga kebersihan meskipun Islam mengajarkan kebersihan adalah bagian dari iman.

2. Isi

Hadis Nabi: “Kebersihan sebagian dari iman.”

Penjelasan bahwa Islam sangat menekankan kebersihan, baik badan, pakaian, maupun lingkungan.

Contoh di pesantren: menjaga kebersihan kamar, mushala, dan lingkungan belajar.

3. Penutup

Mengajak santri untuk lebih peduli pada kebersihan

Doa agar kita dijadikan hamba yang menjaga kebersihan lahir dan batin

Kerangka artikel membantu penulis menyusun tulisan dengan runtut, jelas, dan fokus pada satu tema. Dengan kerangka, santri lebih mudah menulis artikel islami sederhana yang enak dibaca dan sampai pesannya.

Bab 3 – Mengembangkan Kerangka Menjadi Artikel Islami

3.1. Dari Kerangka ke Artikel

Kerangka ibarat pondasi sebuah bangunan. Agar menjadi rumah yang kokoh dan indah, pondasi itu harus dikembangkan dengan dinding, atap, dan hiasan. Begitu juga menulis: kerangka artikel yang sudah disusun perlu dikembangkan menjadi kalimat-kalimat yang lengkap, mengalir, dan mudah dipahami.

Langkah sederhana mengembangkan kerangka:

1. Ambil poin-poin di kerangka.

2. Kembangkan menjadi kalimat.

3. Sambungkan antar kalimat dengan kata penghubung agar tidak kaku.

3.2. Teknik Mengembangkan Artikel

Ada beberapa cara mudah untuk mengembangkan kerangka:

1. Gunakan kalimat pembuka yang menarik

Misalnya berupa pertanyaan, pernyataan, atau perbandingan.

Contoh: “Pernahkah kita merasa risih saat kamar kita kotor, padahal kita tahu kebersihan adalah bagian dari iman?”

2. Jelaskan ide dengan bahasa sederhana

Jangan gunakan istilah yang sulit dipahami pembaca awam.

Cukup gunakan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari.

3. Sertakan dalil

Tulis ayat atau hadis pendek yang relevan.

Berikan terjemahan agar mudah dipahami.

4. Tambahkan contoh konkret

Misalnya kebersihan kamar santri, menjaga wudu, atau membuang sampah pada tempatnya.

5. Akhiri dengan penekanan

Ringkas kembali inti tulisan.

Tutup dengan ajakan atau doa.

3.3. Contoh Pengembangan dari Kerangka

Kerangka Tema: Kebersihan Sebagian dari Iman

Artikel Lengkap:

Pernahkah kita merasa tidak nyaman saat kamar atau mushala terlihat kotor? Padahal, Islam telah menekankan pentingnya kebersihan, bahkan Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai bagian dari iman. Namun, sering kali kita lalai, sehingga kebersihan tidak mendapat perhatian yang cukup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal ibadah seperti salat atau puasa, tetapi juga menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan. Di pesantren, menjaga kebersihan berarti merapikan kamar, membersihkan mushala, dan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, suasana belajar menjadi lebih nyaman, hati lebih tenang, dan ibadah lebih khusyuk.

Oleh karena itu, mari kita biasakan menjaga kebersihan sejak hal-hal kecil. Jika kita peduli pada kebersihan lingkungan, berarti kita juga sedang menjaga iman kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersih lahir dan batin. Aamiin.

Mengembangkan kerangka menjadi artikel islami sederhana tidaklah sulit jika kita mengikuti langkah-langkahnya: mulai dengan pembukaan yang menarik, isi yang jelas dengan dalil, lalu penutup yang memberi ajakan. Dengan latihan rutin, santri akan terbiasa menulis artikel yang padat, jelas, dan bermanfaat.

Bab 4 – Bahasa dan Gaya Penulisan Islami

4.1. Pentingnya Bahasa dalam Artikel Islami

Bahasa adalah pintu utama agar pesan dakwah sampai ke hati pembaca. Tulisan yang temanya bagus, kerangkanya runtut, tapi bahasanya berbelit atau kasar, tidak akan menarik untuk dibaca.

Dalam Islam, berbicara saja harus dengan kata-kata baik. Allah ﷻ berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Kalau berbicara saja harus baik, tentu menulis pun harus dengan bahasa yang santun dan penuh hikmah.

4.2. Ciri Bahasa Islami yang Baik

Bahasa islami dalam artikel sederhana sebaiknya memiliki ciri-ciri berikut:

1. Sederhana dan mudah dipahami

Gunakan kalimat pendek dan jelas.

Hindari istilah rumit kecuali benar-benar perlu.

2. Sopan dan santun

Jangan gunakan kata-kata kasar, merendahkan, atau menyindir berlebihan.

3. Mengajak, bukan menggurui

Gunakan kata ajakan seperti mari, ayo, sebaiknya kita, bukan kalian harus, kamu salah.

4. Mengandung nilai islami

Sisipkan doa, salam, atau ungkapan islami.

5. Mengalir alami

Gunakan kata penghubung seperti oleh karena itu, selain itu, dengan demikian, agar tulisan tidak terasa terputus-putus.

4.3 Penulisan yang Disarankan

Ada beberapa gaya penulisan yang cocok untuk artikel islami sederhana:

1. Gaya naratif (bercerita)

Cocok jika ingin menyampaikan pesan melalui kisah atau pengalaman.

Contoh: cerita seorang sahabat yang jujur meski dalam keadaan sulit.

2. Gaya persuasif (mengajak)

Cocok untuk artikel motivasi.

Contoh: “Mari kita jadikan waktu pagi untuk menghafal Al-Qur’an.”

3. Gaya eksposisi (menjelaskan)

Cocok untuk artikel yang bersifat pengetahuan.

Contoh: menjelaskan hukum menjaga wudu menurut hadis.

4.4. Contoh Kalimat Islami yang Baik

“Mari kita biasakan menjaga lisan, karena satu kata bisa membuat kita dekat dengan surga atau terjerumus ke dalam neraka.”

“Betapa indahnya jika setiap pagi kita membuka hari dengan membaca Al-Qur’an.”

“Kebersihan bukan hanya urusan jasmani, tetapi juga tanda kesempurnaan iman.”

👉 Bandingkan dengan kalimat yang sebaiknya dihindari:

“Kalian malas, makanya jarang salat berjamaah.” (terlalu keras dan menyalahkan langsung)

“Siapa pun yang tidak peduli kebersihan sama saja tidak beriman.” (berlebihan dan tidak tepat secara syariat)

Contoh:

Versi biasa: “Banyak santri sekarang tidak menghormati gurunya.”

Versi islami: “Seorang santri sejati tidak hanya belajar dari gurunya, tetapi juga menjaga adab terhadapnya, karena dari adab itulah keberkahan ilmu akan hadir.”

Bahasa adalah ruh dalam artikel islami. Santri perlu menulis dengan bahasa yang sederhana, santun, mengajak, dan penuh nilai islami. Dengan bahasa yang baik, tulisan tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga bisa menyentuh hati pembaca.

Baik, berikut saya buatkan contoh tema sederhana yang cocok untuk bahan tulisan santri ketika latihan menulis artikel islami:

  • Kebersihan Sebagian dari Iman
  • Adab kepada Guru dalam Menuntut Ilmu
  • Keutamaan Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
  • Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-sia
  • Indahnya Salat Berjamaah di Masjid
  • Pentingnya Niat yang Ikhlas dalam Beramal
  • Bersyukur atas Nikmat Kecil dan Besar
  • Menjaga Waktu Lebih Baik daripada Emas
  • Santun kepada Orang Tua sebagai Jalan Surga
  • Meneladani Akhlak Jujur Rasulullah ﷺ
  • Keutamaan Doa dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Persaudaraan dalam Islam
  • Menghindari Ghibah (Menggunjing)
  • Sabar dalam Menghadapi Ujian Hidup
  • Tawakal setelah Berusaha
  • Hemat dan Tidak Boros dalam Membelanjakan Uang
  • Pentingnya Menjaga Amanah
  • Belajar dengan Sungguh-Sungguh Sebagai Ibadah
  • Menjaga Lingkungan Adalah Bagian dari Iman
  • Berbuat Baik kepada Tetangga
  • Menutup Aurat Sebagai Bentuk Ketaatan
  • Ikhlas dalam Menolong Sesama
  • Membiasakan Membaca Doa Sehari-hari
  • Menghormati Tamu dalam Islam
  • Menjaga Persahabatan dengan Akhlak yang Baik