Langsung ke konten utama

Berbagi Itu Indah

Kajian singkat kali ini bagus disampaikan untuk anak-anak di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), atau disampaikan kepada siswa taman kanak-kanak maupun siswa sekolah dasar. Judulnya "Berbagi Itu Indah", membahas keutamaan berbagi pada teman, mengajarkan kebiasaan bersedekah dan berinfak. Semoga bermanfaat, ya!

Berbagi Itu Indah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar anak-anak sholeh dan sholehah? Semoga kalian semua selalu sehat, bahagia, dan dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hari ini, kita akan belajar sesuatu yang sangat indah, yaitu tentang berbagi.

Berbagi adalah salah satu perbuatan baik yang sangat disukai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ketika kita berbagi, kita membuat orang lain bahagia, dan Allah pun mencatat perbuatan itu sebagai kebaikan yang besar. Coba, siapa di sini pernah berbagi sesuatu dengan teman? Bagaimana rasanya? Pasti senang kan, bisa membantu?

Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda,

يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim). Artinya, Allah akan selalu membantu kita jika kita senang membantu orang lain.

Sekarang, Ustaz/Ustazah akan bercerita tentang teladan kita, Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam, yang selalu suka berbagi. Dengarkan baik-baik ya!

Pada suatu hari, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam sedang duduk bersama sahabat-sahabat beliau. Tiba-tiba, datanglah seorang pengemis tua. Pengemis itu terlihat sangat lapar dan lelah. Dia meminta bantuan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam.

Tahukah kalian? Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam hanya memiliki beberapa butir kurma. Meskipun sedikit, beliau langsung mengambil kurma itu dan memberikannya kepada pengemis tersebut. Pengemis itu sangat senang dan berterima kasih kepada Rasulullah.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kita punya banyak uang. Meskipun hanya sedikit, kalau kita berbagi dengan hati ikhlas, Allah pasti mencatatnya sebagai pahala yang besar. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam adalah contoh terbaik bagi kita dalam berbuat kebaikan.

Pelajaran dari Kisah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam di atas kira-kira apa, ya? Setelah mendengar kisah tadi, apa yang bisa kita pelajari? Ada yang bisa mengambil hikmahnya? Baiklah, mari kita bahas bersama.

Yang pertama, berbagi membuat kita bahagia. Ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, kita juga merasa senang. Hati kita akan merasa bahagia karena membantu orang lain. Makanya kalau memberi harus ikhlas mengharapkan ridha dan pahala dari Allah Ta'ala.

Yang kedua, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencintai orang yang suka berbagi. Jika kita membantu orang lain, Allah pasti akan membantu kita. Bahkan Allah akan membantu kita di dunia dan di akhirat nantinya.

Ketiga, berbagi tidak harus banyak. Hal kecil seperti memberi makanan atau jajanan pada teman, meminjamkan pensil karena teman kita kelupaan membawa, atau bahkan senyuman juga termasuk berbagi.

Coba sekarang pikirkan, apa saja yang bisa kalian bagikan kepada teman, saudara, atau orang di sekitar kalian? Banyak sekali. Kita bisa berbagi makanan, bisa meminjamkan mainan, bisa meminjamkan sepeda, dan lain-lainnya.

Sekarang, ayo kita praktikkan berbagi bersama. Ustaz/Ustazah ingin kalian saling berbagi sesuatu dengan teman di sebelah kalian. Jika kalian membawa makanan, coba bagikan sebagian. Kalau tidak membawa apa-apa, berikan senyuman atau ucapan baik kepada teman kalian.

Setelah selesai berbagi, bagaimana perasaan kalian? Apakah teman kalian terlihat senang? Itu adalah salah satu keindahan berbagi! Jadi, kita harus meyakini bahwa dengan berbagi maka Allah akan menyayangi kita. Allah akan memberi rezeki kita lebih banyak lagi.

Allah dan Rasulullah sangat mencintai orang-orang yang suka berbagi. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta, tetapi justru menambah keberkahan." (HR. Muslim).

Berbagi itu seperti menanam pohon. Setiap kali kita berbagi, kita menanam satu benih kebaikan. Lama-kelamaan, pohon itu akan tumbuh besar dan menghasilkan buah. Buahnya adalah pahala yang akan kita petik di dunia dan akhirat.

Ayo, mulai sekarang, buat niat untuk berbagi setiap hari. Misalnya: Menyisihkan uang jajan untuk infak. Kemudian bisa juga dengan membantu teman atau saudara di rumah. Lalu, memberikan mainan yang tidak terpakai kepada orang yang membutuhkan.

Anak-anak sholeh dan sholehah, berbagi itu tidak hanya membuat orang lain bahagia, tetapi juga membuat kita semakin dekat dengan Allah. Yuk, kita tutup kajian ini dengan doa. Ustaz/Ustazah bacakan doa, kalian ikuti ya!

"Ya Allah, jadikan kami anak-anak yang dermawan dan suka membantu orang lain. Berikan kami keberkahan di dunia dan akhirat. Aamiin."

Tantangan untuk kalian, cobalah berbagi sesuatu di rumah nanti, entah itu makanan, mainan, atau bahkan membantu pekerjaan rumah. Pada pertemuan yang akan datang, ceritakan kepada ustaz/ustazah apa yang kalian lakukan!

Cukup dulu ya, apa yang Ustaz/Ustazah sampaikan kali ini. Mari kita akhiri dengan mengucapkan hamdalah, Alhamdulillahi Rabbil Alamiin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.